Selasa, 07 Januari 2014

Menyontek Membawa Malapetaka

Bel pun berbunyi. Uts untuk jam ke 2 di mulai. Guru-guru yang berpakaian coklat muda melangkah begitu cepatnya di kejar waktu sembari  membawa map bersandar di tangan dan menempel di dada.Temenku pun menunjukan raut muka tak sedap. Muka begitu lemas. Memancarkan kekecewaan di benaknya. Tak kala melihat sosok pria separuh baya berbadan besar, kepala botak memasuki ruang 6. Sebut saja “Pak Tejo atau sering di panggil Pak Tj”, guru Agama yang mendapatkan julukan The Killer oleh teman-temanku. Betapa tidak, dia berdarah dingin. Tak pernah senyum sekalipun. Semua temanku benci semua,termasuk aku. Teman-temanku mengangapnya Pak Tejo si Beruang Madu atau seperti bernard bear yang ada di film kartun ha ha hi hi.
Kini Pak Tj mengawasi ruang 6,dimana kita berada. Temanku yang biasannya saling celoteh dan bercanda, kini membisu. Tanpa sepersen kata yang keluar dari mulutnya. Begitu pula teman-temanku yang tak mikir,otaknya kosong dan pemalas, penyontek namanya. Aku pun juga,keliatan membisu dan gelisah. Tak tau harus ngapain. Akhirnya soal dan lembar jawab pun di bagikan. Mata memandang soal dengan penuh konsentrasi. Namun pikiran melayang-layang di angkasa. Keringat dingin rasanya ingin protes memberontak ingin keluar dari pori-pori kulitku. Tangan begitu gemetar. “Baru ngerjain 4 soal  aja udah kayak gini. Ngeblank otakku. Ayo otak kanan berfikirlah. Kamu pasti bisa.”Pikirku dalam hati.
Tak perlu ambil pusing. Tak perlu repot repot mikir. Inilah saatnya yang di tunggu tunggu. Ya menyontek. Karna otak sudah pol mentok banget cumak sampek di situ aja,dan akhirnya terpaksa deh aku nglakuin itu semua. Ketika Pak Tj duduk dan tiba-tiba tertidur,leherku memutar ke kanan. Mataku menatap ke temanku serambi melirik Pak Tj yang asyik tertidur pulas. Dengan penuh kewaspadaan. Mulutuku membuka dan bergetar. Tak kala sepersen pun ucapan yang keluar dari mulutuku. “hust...hust, Rhaka!? Coba aku liat jawabanmu” dengan lirihnya aku menyuruh Rhaka supaya memperlihatkan jawabannya ke aku. Sembari memakai kode tangan.
Tak basa basi, Rhaka akhirnya memperlihatkan jawabannya. Aku pun tak diam saja. Pensil 2B menari nari di atas LJK menghitamkan lingkaran kecil. Tiba-tiba sepintas terdengar suara yang keluar dari mulut seseorang. Yaaaaap!! Ternyata yang bicara adalah PakTj . “Mbak yang di depan pojok, kalo nyonto 2x lagi entar jawabanmu tak ambil loh. Ini peringatan pertama. Paham!!!?” aku hanya menggangguk angguk dan mengucapkan kata “iya”. Lantas semua anak yang berada di ruang 6 matanya tertuju padaku. Aku hanya memalingkan muka. Berpura-pura membaca soal.”bodohnya diriku ini,kenapa yah aku tadi menyontek?,kenapa sampai ketegur segala. Aaah sudahlah lupakanlah”pikirku dalam hati”.
Beberapa menit kemudian. Saat Pak Tj melanjutkan tidurnya dengan pulas. Aku pun kembali beraksi menyontek bersama semua teman-teman di ruang 6. Tiba-tiba Pak Tj pun menatapku. Namun aku alihkan pandanganku berpura pura menatap jendela kelas. Sambil membatin”dasar Pak Tejooo!!”. Kenapa sih!!?Kan yang menyontek tidak hanya aku saja tapi yang di liatin hanya aku aku mulu sih ?!”ucapku kesal”.
Teeet...tettt...teeeet... bunyi bel terdengar sangat keras. Sampai-sampai mengagetkan aku yang sedang asyik melingkari jawaban di kertas LJK. Beberapa anak sudah selesai,dan udah ada beberapa anak yang keluar ruangan. Kini tinggal aku dan beberapa anak lainnya.”Oooh ya Tuhan,sabarlah,kuatkanlah diriku.” Aku pun kembali menatap Rhaka. Berharap untuk di beri jawaban olehnya. “Rhaka..Rhaka..Rhaka,coba aku tanya nomer 48,49,50 doooong..”lirihku. Rhaka pun membalas dengan memberi kode kode tangan yang sudah pasti murid-murid pernah praktekan ? Yatoooh? ayo jujur. Aku pun tak hanya diam saja. Tangganku kembali menari-nari dan bekerja mengisi lingkaran LJK yang belum terisi goresan pensil 2B. Sudaaah? Tanyanya sambil berkemas-kemas. “Iya,sudah Rak,thanks yaa”. Diapun hanya mengangguk.
Kulihat Rhaka sudah mengumpulkan saolnnya. Kini tinggal aku. Kemudian aku pun cepat cepat membereskan meja ujian. Dan tiba-tiba kuping ku mendengar suara yang sepintas kata yang keluar dari ucapan Pak Tj.”Ulangan kok nyonto? Pengen entuk biji piro kui? Ha!?” gerutu Pak Tj sangar. Rhaka hanya mengelus kening.mungkin dia kecewa.”Maafkan aku Rhaka.ini semua gara garaku”pikirku.
Saatnya aku mengumpulkan soal.Aku pun mendapatkan clotehan yang sama seperti halnya si Rhaka.”Iki tunggal dene Rhaka. Mau nyonto pirang nomer wae? HA!? Nconto kok mayak.Sinau ra mau mbengi?”ucap Pak Tj dengan logat jawa nya yang super medok. Aku hanya cuek saja,dan aku langsung jalan menuju luar ruangan.
Sungguh ini adalah pengalaman pertama kali dalam hidupku yang tak pernah terlupakaan. Betapa tidak, semenjak SD baru sekarang SMP menyontek ketauan. Apalagi dapet omelan yang pedasnya tak kalah super dengan cabe rawit. Mau ditaruh mana muka ku ini? Pasti wali kelasku marah besar. Pasti aku di pandang murid terburuk oleh guru guru, yang sebelumnya aku murid kalem dan baik hehe. Karena sebelumnya aku belum pernah menyontek sama sekali. Mungkin aku kebawa teman yang sering menyontek jadi gini deh.
Biarlah semua hal buruk menjadi sejarah dan dapet kita ambil hikmahnya. Aku tau itu adalah sebuah kesalahaan yang harus menjadi pelajaraan bagiku supaya kedepanya tidak kesalahan itu tidak  terulang lagi. Jangan sampai jejak kesalahan itu di injak lagi. Tak ada gunanya untuk menyesali hal yang sudah terjadi. Yang ada malah mendatangkan penyesalan kembali. Menyontek sudah jadi trend? Mau jadi apa negeri ini?!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar